Buleleng, 1 Mei 2026 — Seorang lansia di wilayah Buleleng dilaporkan menjadi korban penipuan dengan modus yang diduga melibatkan hipnosis. Dalam kejadian tersebut, korban kehilangan uang tunai sekitar Rp80 juta serta emas seberat kurang lebih 100 gram.
Kasus ini kini tengah ditangani aparat kepolisian yang berupaya mengungkap pelaku dan modus yang digunakan.
Kronologi Kejadian Masih Didalami
Menurut keterangan awal, korban didatangi oleh orang tak dikenal yang kemudian melakukan percakapan hingga korban menyerahkan sejumlah harta benda. Dugaan sementara, pelaku menggunakan teknik manipulasi psikologis untuk memengaruhi korban.
Namun, detail lengkap kejadian masih dalam proses penyelidikan.
Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Total kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah jika dikonversikan dari uang tunai dan emas yang hilang. Nilai tersebut menjadikan kasus ini cukup besar dan menjadi perhatian publik.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Pihak kepolisian telah menerima laporan dan mulai mengumpulkan bukti serta keterangan saksi. Rekaman CCTV di sekitar lokasi juga sedang diperiksa untuk mengidentifikasi pelaku.
Imbauan Waspada Modus Penipuan
Aparat mengimbau masyarakat, khususnya lansia, untuk lebih waspada terhadap orang asing yang menawarkan bantuan atau berbicara dengan tujuan mencurigakan.
Dugaan Hipnosis Perlu Dikaji
Meski sering disebut sebagai hipnosis, pihak berwenang menegaskan bahwa metode yang digunakan pelaku kemungkinan berupa manipulasi psikologis atau tipu daya yang membuat korban lengah.
Perlindungan bagi Kelompok Rentan
Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan bagi kelompok rentan, seperti lansia, yang kerap menjadi target pelaku kejahatan.
Peran Keluarga dan Lingkungan
Keluarga dan lingkungan sekitar diharapkan lebih memperhatikan keamanan anggota keluarga, terutama yang lanjut usia. Edukasi tentang modus penipuan menjadi langkah penting untuk pencegahan.
Harapan Kasus Segera Terungkap
Masyarakat berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum. Penegakan hukum yang cepat diharapkan dapat memberikan rasa aman.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan harus terus ditingkatkan, terutama di tengah maraknya kejahatan dengan cara yang semakin beragam.