Jakarta, 18 Mei 2026 – Ketegangan antara Iran dan United States kembali meningkat setelah seorang penasihat militer senior Iran memperingatkan bahwa Teluk Oman bisa berubah menjadi “kuburan” bagi kapal-kapal Amerika apabila blokade laut terhadap Iran terus berlanjut. Pernyataan keras itu disampaikan Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, anggota Dewan Kemaslahatan Iran dan mantan komandan Garda Revolusi Iran, di tengah memanasnya konflik terkait jalur pelayaran strategis di kawasan Teluk.
Dalam pernyataannya yang disiarkan media pemerintah Iran, Rezaei menyebut blokade angkatan laut yang dilakukan AS sebagai “tindakan perang” dan menegaskan Iran memiliki hak untuk memberikan respons militer. Ia memperingatkan Washington agar “mundur sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan kapal-kapal Amerika.” Pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat memperketat pengawasan dan pembatasan lalu lintas maritim yang berkaitan dengan Iran di sekitar Strait of Hormuz dan Teluk Oman.
Kawasan Selat Hormuz dan Teluk Oman sendiri merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak global. Dalam beberapa minggu terakhir, situasi di kawasan itu semakin tegang setelah muncul laporan penyitaan kapal, pengalihan tanker minyak, dan meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat serta sekutunya. Iran menuduh AS mencoba melumpuhkan perdagangan dan akses laut negara tersebut melalui blokade maritim, sementara Washington menyatakan langkah itu bertujuan menekan Iran agar menghentikan aktivitas militernya dan membuka kembali jalur pelayaran internasional.
Ancaman terbaru dari Iran juga menambah kekhawatiran internasional mengenai potensi eskalasi konflik di Timur Tengah. Para pengamat keamanan menilai penggunaan retorika militer seperti ini meningkatkan risiko salah perhitungan yang dapat memicu bentrokan langsung antara kedua negara. Selain itu, ketidakstabilan di sekitar Hormuz dan Teluk Oman berpotensi memengaruhi harga energi dunia serta distribusi minyak global karena sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati kawasan tersebut.
Meski kedua pihak masih membuka peluang diplomasi, hubungan Washington dan Teheran kini berada dalam kondisi sangat rapuh. Dunia internasional terus memantau perkembangan situasi sambil mendorong penyelesaian melalui jalur negosiasi agar konflik tidak berkembang menjadi perang regional yang lebih luas dan mengancam stabilitas global.