Jakarta, 11 Mei 2026 – Pemerintah Iran dilaporkan mengeksekusi mati seorang pria yang dituduh memberikan informasi rahasia kepada badan intelijen Amerika Serikat, CIA, dan badan intelijen Israel, Mossad. Eksekusi tersebut diumumkan oleh media resmi peradilan Iran dan kembali memicu perhatian internasional terkait isu spionase serta hak asasi manusia di negara itu.
Menurut laporan otoritas Iran, pria tersebut diketahui bernama Erfan Shakourzadeh, seorang lulusan teknik dirgantara yang disebut pernah bekerja di lembaga ilmiah yang terlibat dalam proyek satelit. Ia dituduh membocorkan data ilmiah dan informasi sensitif kepada pihak asing.
Iran menyatakan proses hukum terhadap terdakwa telah berjalan sesuai prosedur dan putusan hukuman mati sudah disahkan oleh Mahkamah Agung sebelum eksekusi dilaksanakan. Pemerintah Iran juga menegaskan tindakan tegas terhadap dugaan spionase akan terus dilakukan demi menjaga keamanan nasional.
Namun sejumlah organisasi hak asasi manusia menyoroti kasus tersebut dan mempertanyakan proses peradilan yang dijalani terdakwa. Kelompok HAM menyebut adanya dugaan pengakuan paksa dan tekanan selama proses pemeriksaan.
Kasus ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, terutama terkait isu keamanan kawasan, program nuklir Iran, serta konflik intelijen yang terus berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Iran dalam beberapa bulan terakhir memang dilaporkan meningkatkan penindakan terhadap individu yang dituduh bekerja sama dengan Mossad maupun badan intelijen asing lainnya. Beberapa kasus serupa juga berujung pada hukuman mati setelah terdakwa dinyatakan bersalah oleh pengadilan Iran.
Pengamat internasional menilai meningkatnya eksekusi terkait tuduhan spionase menunjukkan tingginya sensitivitas isu keamanan di Iran saat ini. Di sisi lain, komunitas internasional terus mendesak agar proses hukum di negara tersebut dilakukan secara transparan dan menghormati prinsip hak asasi manusia.
Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat maupun Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait eksekusi tersebut. Situasi ini diperkirakan akan semakin mempertegang hubungan Iran dengan negara-negara Barat di tengah kondisi geopolitik Timur Tengah yang masih memanas.