Surabaya, 2 Oktober 2026 – Wali Kota Surabaya meminta pemanfaatan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan infrastruktur pendidikan. Penggunaan anggaran diharapkan tidak hanya menunjang kegiatan operasional, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi siswa. Pemerintah kota menempatkan peningkatan kualitas fasilitas sekolah sebagai bagian penting dalam penguatan layanan pendidikan. Pengelolaan Bopda karena itu perlu disesuaikan dengan kebutuhan prioritas masing-masing sekolah.
Optimalisasi Bopda dapat diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan sarana dan prasarana yang berkaitan langsung dengan kegiatan belajar mengajar. Sekolah perlu memetakan kondisi fasilitas yang membutuhkan perhatian sehingga penggunaan anggaran dapat memberikan manfaat maksimal. Perencanaan yang baik juga diperlukan agar pembiayaan tidak tumpang tindih dengan program pembangunan maupun bantuan dari sumber anggaran lainnya. Dengan pembagian yang tepat, kebutuhan operasional dan peningkatan fasilitas dapat berjalan beriringan.
Pemkot Surabaya mendorong sekolah lebih cermat menentukan skala prioritas dalam menggunakan anggaran pendidikan. Kondisi setiap sekolah berbeda sehingga kebutuhan perbaikan maupun penyediaan fasilitas tidak dapat disamaratakan. Sekolah dengan sarana yang membutuhkan penanganan lebih mendesak dapat menempatkan kebutuhan tersebut sebagai prioritas. Sementara itu, fasilitas yang masih layak perlu dirawat agar masa penggunaannya dapat diperpanjang dan tidak menimbulkan kebutuhan biaya lebih besar pada kemudian hari.
Kualitas infrastruktur memiliki hubungan erat dengan kenyamanan dan keamanan siswa selama mengikuti pembelajaran. Ruang kelas yang layak, sanitasi yang baik serta fasilitas pendukung yang memadai dapat membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih kondusif. Pemerintah kota juga perlu memastikan sekolah memiliki fasilitas yang sesuai dengan perkembangan metode pembelajaran. Pembenahan tersebut diharapkan membuat layanan pendidikan semakin merata di seluruh wilayah Surabaya.
Selain ketepatan sasaran, penggunaan Bopda membutuhkan pengelolaan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Sekolah harus memastikan setiap pengeluaran mengikuti ketentuan serta memiliki dokumentasi yang jelas. Pengawasan menjadi penting karena anggaran pendidikan harus memberikan manfaat langsung bagi peserta didik. Evaluasi berkala juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah penggunaan dana telah sesuai dengan kebutuhan yang sebelumnya direncanakan.
Keterlibatan kepala sekolah, guru dan unsur terkait diperlukan dalam menyusun kebutuhan fasilitas secara realistis. Aspirasi dari lingkungan sekolah dapat memberikan gambaran mengenai sarana yang paling dibutuhkan dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Pemerintah kota selanjutnya dapat menggunakan informasi tersebut untuk menentukan dukungan tambahan apabila kebutuhan tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melalui Bopda. Koordinasi tersebut akan membantu penggunaan berbagai sumber pembiayaan menjadi lebih efektif.
Optimalisasi Bopda diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kualitas infrastruktur pendidikan di Surabaya. Penggunaan anggaran secara tepat dapat membantu sekolah memenuhi kebutuhan fasilitas tanpa mengabaikan kegiatan operasional utama. Pemkot Surabaya tetap perlu menjaga pengawasan agar setiap rupiah anggaran pendidikan digunakan sesuai tujuan. Dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik, peningkatan sarana sekolah diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan serta kualitas pembelajaran siswa.