Jakarta, 16 September 2026 – Al Ain mengawali perjalanan di AFC Champions League Elite 2026/2027 dengan hasil meyakinkan setelah menghancurkan Al Nassr 4-0 pada pertandingan pertama fase liga Wilayah Barat. Bermain di Stadion Hazza Bin Zayed, Uni Emirat Arab, Selasa waktu setempat, Al Ain tampil efektif menghadapi klub Arab Saudi yang diperkuat Cristiano Ronaldo. Houssine Rahimi menjadi salah satu pemain paling menonjol dengan mencetak dua gol. Soufiane Rahimi dan Giorgos Giakoumakis kemudian melengkapi kemenangan besar tuan rumah. Sementara dari Wilayah Timur, Johor Darul Ta’zim harus puas bermain imbang 1-1 melawan Buriram United. Kedua pertandingan tersebut memberikan awal yang berbeda bagi empat klub dalam persaingan kompetisi antarklub tertinggi Asia musim ini.
Al Ain membuka keunggulan atas Al Nassr melalui Houssine Rahimi pada menit ke-25. Gol tersebut memberikan momentum kepada tuan rumah yang mampu menjalankan permainan dengan disiplin sejak awal pertandingan. Al Nassr berusaha merespons dengan meningkatkan tekanan, tetapi tidak mampu menghasilkan gol penyeimbang hingga babak pertama berakhir. Pertahanan Al Ain mampu membatasi ruang yang tersedia bagi lini serang tim tamu. Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya mendapatkan sejumlah kesempatan, tetapi penyelesaian akhir belum mampu mengubah kedudukan. Al Ain pun memasuki ruang ganti dengan keunggulan satu gol.
Memasuki babak kedua, Al Nassr berusaha mengambil inisiatif untuk mengejar ketertinggalan. Namun, Al Ain justru kembali menunjukkan efektivitas ketika mendapatkan kesempatan menyerang. Houssine Rahimi mencetak gol keduanya untuk membuat tuan rumah semakin menjauh. Keunggulan dua gol membuat Al Ain semakin percaya diri dalam mengendalikan pertandingan. Al Nassr mencoba meningkatkan intensitas serangan, tetapi ruang yang ditinggalkan kemudian dapat dimanfaatkan tuan rumah. Situasi tersebut membuat pertandingan semakin sulit bagi klub asal Riyadh tersebut.
Soufiane Rahimi kemudian menambah penderitaan Al Nassr dengan mencetak gol ketiga pada menit ke-72. Gol tersebut sekaligus membuat kakak-beradik Rahimi menjadi bagian penting dalam kemenangan Al Ain pada pertandingan pembuka. Tuan rumah belum berhenti memberikan tekanan meskipun sudah memiliki keunggulan nyaman. Giorgos Giakoumakis memastikan skor menjadi 4-0 ketika pertandingan memasuki lima menit terakhir waktu normal. Al Nassr tidak mampu menghasilkan gol balasan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil tersebut memberikan tiga poin pertama bagi Al Ain sekaligus menjadi salah satu kemenangan terbesar pada pertandingan pembuka ACL Elite musim ini.
Kekalahan empat gol tanpa balas menjadi awal yang tidak diharapkan Al Nassr dalam perjalanan mereka di kompetisi Asia. Klub Arab Saudi tersebut datang dengan skuad yang memiliki banyak pemain berpengalaman, tetapi kesulitan mengubah penguasaan dan peluang menjadi gol. Al Ain sebaliknya mampu memaksimalkan kesempatan dengan penyelesaian yang jauh lebih efektif. Kemenangan juga menjadi modal penting bagi klub Uni Emirat Arab dalam menghadapi rangkaian pertandingan fase liga berikutnya. Format ACL Elite membuat setiap poin memiliki arti karena klub harus bersaing mendapatkan posisi terbaik untuk melaju menuju fase gugur. Al Nassr kini harus segera melakukan evaluasi sebelum menjalani pertandingan Asia berikutnya.
Sementara itu, pertandingan Johor Darul Ta’zim melawan Buriram United berlangsung jauh lebih ketat di Stadion Sultan Ibrahim, Iskandar Puteri. JDT yang bermain di hadapan pendukung sendiri membuka keunggulan melalui Oscar Arribas pada menit ke-26. Pemain asal Spanyol tersebut melepaskan tembakan yang berhasil membawa klub Malaysia unggul 1-0. JDT kemudian berusaha mempertahankan momentum dengan terus memberikan tekanan kepada pertahanan Buriram. Namun, wakil Thailand mampu memberikan respons sebelum babak pertama selesai. Stefan Schimmer mencetak gol penyeimbang pada menit ke-43 sehingga kedua tim memasuki jeda dengan kedudukan 1-1.
Drama semakin meningkat pada babak kedua ketika Buriram harus kehilangan Kenny Dougall. Kapten Buriram tersebut mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-57 sehingga tim tamu harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain. Keunggulan jumlah pemain memberikan JDT kesempatan lebih besar untuk mengejar gol kemenangan. Tuan rumah meningkatkan tekanan dan mencoba memanfaatkan ruang yang tersedia di pertahanan Buriram. Namun, organisasi pertahanan tim asal Thailand tersebut mampu bertahan menghadapi serangan yang datang. Pertandingan kemudian memasuki fase akhir dengan skor masih tetap 1-1.
Kesempatan terbaik JDT untuk memenangkan pertandingan datang pada menit ke-87 setelah Arif Aiman dilanggar Eduardo Mancha di dalam kotak penalti. Bergson da Silva maju sebagai eksekutor untuk mencoba membawa JDT kembali unggul. Namun, kiper Buriram United Neil Etheridge mampu membaca arah tendangan dan melakukan penyelamatan penting. Mantan penjaga gawang tim nasional Filipina tersebut bergerak ke kanan untuk menepis bola dan mempertahankan kedudukan. Penyelamatan itu menjadi salah satu momen menentukan dalam pertandingan. Buriram yang bermain dengan sepuluh pemain akhirnya tetap memiliki peluang membawa pulang satu poin.
Menjelang pertandingan berakhir, jumlah pemain kedua tim kembali seimbang setelah Eddy Israfilov mendapatkan kartu merah pada menit ke-89. Pemain JDT tersebut diusir setelah melakukan pelanggaran berbahaya terhadap Uros Radakovic. Kedua kesebelasan akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan masing-masing sepuluh pemain. Tidak ada gol tambahan yang tercipta selama sisa pertandingan dan masa tambahan waktu. JDT harus menerima hasil imbang meskipun mendapatkan keuntungan jumlah pemain selama sekitar setengah jam. Buriram sebaliknya berhasil mempertahankan satu poin setelah menghadapi tekanan besar pada babak kedua.
Hasil pertandingan pertama membuat Al Ain memperoleh awal sempurna dalam persaingan Wilayah Barat, sedangkan Al Nassr harus mengejar ketertinggalan pada pertandingan berikutnya. Di Wilayah Timur, JDT dan Buriram United masing-masing mengumpulkan satu poin setelah duel yang berlangsung ketat. Bagi JDT, kegagalan penalti menjelang akhir pertandingan menjadi kesempatan yang terlewat untuk mengamankan kemenangan kandang. Buriram dapat membawa pulang hasil imbang berkat pertahanan disiplin dan penyelamatan penting Etheridge. Sementara itu, kemenangan telak Al Ain menunjukkan kemampuan klub Uni Emirat Arab memanfaatkan peluang menghadapi salah satu tim dengan nama besar di kawasan Asia. Persaingan ACL Elite masih berada pada tahap awal dan seluruh klub memiliki rangkaian pertandingan berikutnya untuk menentukan posisi mereka dalam perebutan tiket menuju fase gugur.