Jakarta, 9 Mei 2026 – Ketegangan antara United States dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara dilaporkan saling melancarkan serangan di kawasan Selat Hormuz. Meski demikian, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak masih tetap berlaku.
Bentrok terbaru disebut menjadi ujian terbesar sejak gencatan senjata diberlakukan pada April lalu. Iran menuduh militer AS menyerang kapal tanker dan wilayah sipil di sekitar Selat Hormuz, sementara pihak Amerika menyatakan serangan dilakukan sebagai respons defensif atas aksi Iran terhadap kapal perang mereka.
Pusat Komando AS atau CENTCOM menyebut Iran meluncurkan rudal, drone, dan kapal kecil ke arah tiga kapal perang Amerika. Namun militer AS mengklaim seluruh ancaman berhasil diatasi dan tidak ada aset mereka yang terkena serangan.
Di sisi lain, Iran mengklaim serangan balasan mereka memberikan dampak signifikan terhadap operasi militer AS di kawasan. Teheran juga menuduh Washington telah lebih dulu melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menyerang kapal dan wilayah pesisir Iran.
Meski situasi memanas, Trump berusaha meredam kekhawatiran dengan mengatakan bahwa gencatan senjata masih berjalan. Ia bahkan menyebut insiden terbaru sebagai “hal sepele” dan menegaskan negosiasi dengan Iran tetap berlangsung.
Ketegangan di Selat Hormuz sendiri menjadi perhatian dunia karena jalur tersebut merupakan salah satu rute distribusi minyak paling penting secara global. Gangguan di kawasan itu berdampak langsung terhadap harga energi dan stabilitas ekonomi internasional.
Pengamat hubungan internasional menilai situasi saat ini sangat rapuh karena kedua negara masih melakukan aksi militer meski secara resmi mempertahankan status gencatan senjata. Risiko salah perhitungan dinilai bisa memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Sementara itu, sejumlah negara mediator terus mendorong proses diplomasi agar Washington dan Teheran dapat mencapai kesepakatan permanen terkait isu nuklir Iran dan keamanan jalur pelayaran internasional.
Hingga kini, dunia internasional masih memantau perkembangan hubungan AS-Iran sambil berharap bentrokan terbaru tidak berkembang menjadi perang terbuka yang lebih besar.