Banjar, 22 September 2026 – Sebanyak 40 pasien khusus Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dievakuasi menyusul kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sekitar kawasan rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindakan pencegahan setelah asap dan titik api mulai mendekati lingkungan fasilitas kesehatan. Pasien yang dipindahkan merupakan kelompok yang membutuhkan pengawasan dan penanganan khusus selama proses evakuasi. Petugas rumah sakit bersama tim terkait memastikan pemindahan berlangsung secara terkontrol. Keselamatan pasien menjadi prioritas utama selama penanganan kebakaran berlangsung.
Kebakaran terjadi di lahan sekitar kompleks RSJ Sambang Lihum dan menghasilkan asap cukup tebal. Kondisi angin membuat asap bergerak menuju lingkungan rumah sakit sehingga berpotensi mengganggu pasien maupun tenaga kesehatan. Selain persoalan kualitas udara, petugas juga mengantisipasi kemungkinan api merambat semakin dekat ke bangunan. Karena itu, manajemen rumah sakit memutuskan memindahkan sebagian pasien ke lokasi yang dinilai lebih aman. Evakuasi dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berisiko.
Sebanyak 40 pasien yang dievakuasi ditempatkan di bagian lain rumah sakit yang jauh dari titik kebakaran. Proses pemindahan membutuhkan perhatian khusus mengingat kondisi setiap pasien berbeda dan sebagian memerlukan pendampingan intensif. Tenaga kesehatan tetap mendampingi pasien untuk memastikan terapi dan kebutuhan medis tidak terganggu. Petugas juga melakukan pendataan agar seluruh pasien dapat dipantau selama berada di lokasi sementara. Pelayanan kesehatan tetap berjalan meskipun terdapat penyesuaian akibat situasi darurat tersebut.
Tim pemadam kebakaran dan penanggulangan karhutla dikerahkan untuk mengendalikan api di sekitar kawasan rumah sakit. Pemadaman dilakukan dari darat dengan menyasar titik-titik yang berpotensi merambat menuju fasilitas kesehatan. Kondisi lahan yang kering membuat api dapat menyebar dengan cepat apabila tertiup angin. Petugas juga melakukan pembasahan pada sejumlah area untuk mencegah munculnya kembali titik api. Pemantauan terus dilakukan setelah api berhasil dikendalikan karena bara di lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan.
Asap dari kebakaran menjadi perhatian karena RSJ Sambang Lihum memiliki pasien dengan kebutuhan pelayanan kesehatan yang beragam. Paparan asap dalam jumlah tinggi berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan, terutama bagi pasien yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Pihak rumah sakit karena itu meningkatkan pemantauan terhadap kondisi pasien setelah evakuasi. Ruangan yang digunakan juga dipastikan memiliki kondisi udara yang lebih aman. Apabila terdapat pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap, penanganan medis akan diberikan sesuai kebutuhan.
Karhutla masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan ketika kondisi cuaca kering berlangsung dalam periode panjang. Lahan yang kehilangan kelembapan menjadi lebih mudah terbakar dan api dapat menyebar dengan cepat. Kebakaran di dekat fasilitas publik seperti rumah sakit membutuhkan respons lebih cepat karena melibatkan kelompok masyarakat yang sulit melakukan evakuasi secara mandiri. Koordinasi antara petugas pemadam, pemerintah daerah, dan pengelola fasilitas kesehatan menjadi penting untuk mengurangi risiko. Patroli dan pemantauan titik panas juga diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas.
Manajemen RSJ Sambang Lihum akan mempertahankan langkah pengamanan hingga kondisi di sekitar rumah sakit dinyatakan benar-benar aman. Pasien yang dievakuasi dapat dikembalikan ke ruangan semula setelah tidak terdapat lagi ancaman api maupun paparan asap berlebihan. Petugas juga terus memantau kemungkinan munculnya titik api baru di kawasan sekitar. Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan fasilitas kesehatan yang berada dekat wilayah rawan karhutla. Penanganan cepat terhadap kebakaran diperlukan agar pelayanan kepada pasien tetap berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan.