Tangerang Selatan, 4 September 2026 – Kebakaran tumpukan sampah di kawasan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama sekitar 32 jam. Api yang mulai muncul sejak Kamis, 3 September 2026, sekitar pukul 10.00 WIB dinyatakan berhasil dijinakkan pada Jumat sekitar pukul 19.00 WIB. Meski kobaran api sudah tidak terlihat, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan karena kepulan asap dan bara masih ditemukan di beberapa bagian timbunan. Alat berat juga tetap digunakan untuk mengurai tumpukan material agar titik panas yang tersembunyi dapat dijangkau. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah api kembali muncul seperti yang sempat terjadi sebelumnya.
Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangerang Selatan Omay Komarudin mengatakan penanganan kebakaran telah memasuki hari kedua sebelum akhirnya api dapat dikendalikan sepenuhnya. Petugas mulai melakukan pemadaman sejak Kamis siang dan terus bekerja hingga malam untuk menekan kobaran api. Pada Jumat dini hari, api sempat terlihat padam dan hanya menyisakan asap di beberapa titik. Namun, kondisi tersebut ternyata belum menandakan seluruh bara telah mati karena api kembali muncul pada Jumat pagi. Petugas akhirnya harus melanjutkan operasi dengan metode yang berbeda untuk menjangkau titik api di bagian bawah tumpukan.
Salah satu kendala terbesar dalam proses pemadaman adalah karakter kebakaran yang menyerupai kebakaran lahan gambut. Api tidak hanya membakar material di permukaan, tetapi merambat ke bagian bawah timbunan sampah dan puing. Petugas bahkan menemukan titik panas berada pada kedalaman sekitar tiga meter sehingga penyemprotan air dari permukaan tidak cukup untuk memadamkannya. Kondisi tersebut menyebabkan bagian atas terlihat sudah padam sementara bara masih menyala di bawahnya. Ketika mendapatkan udara dan kondisi yang memungkinkan, bara tersebut dapat kembali memunculkan api di permukaan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, petugas meminta bantuan alat berat dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Ekskavator digunakan untuk membongkar dan mengurai tumpukan sampah sehingga petugas dapat menyemprotkan air langsung menuju bagian yang masih menyimpan bara. Material di lokasi diketahui terdiri atas berbagai jenis sampah kering, kayu, puing bangunan, hingga benda seperti spring bed yang mudah terbakar. Sebagian material tersebut tertimbun tanah sehingga menyulitkan air mencapai sumber panas. Penguraian dengan alat berat akhirnya menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemadaman dan mencegah bara bertahan di bawah permukaan.
Pada operasi hari kedua, sedikitnya delapan unit kendaraan pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Enam unit berasal dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan, sedangkan dua unit lainnya merupakan bantuan dari jajaran pemadam kebakaran Jakarta Selatan. Sekitar 36 personel terlibat dalam operasi pada Jumat pagi dan siang, sementara unsur lain turut membantu penanganan di lapangan. Petugas secara bergantian melakukan penyemprotan sekaligus mengawasi bagian tumpukan yang telah dibongkar menggunakan alat berat. Penanganan dilakukan secara hati-hati karena bara yang tertutup material dapat kembali menyala setelah bagian atas tumpukan dibuka.
Kebakaran juga menimbulkan kepulan asap tebal yang menyebar hingga kawasan sekitar Jalan Tarumanegara dan permukiman warga. Bau hangus tercium di sejumlah titik sehingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi terlihat menggunakan masker. Kekhawatiran utama selama penanganan bukan hanya kemungkinan api meluas, tetapi juga dampak asap terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman yang cukup padat sehingga perubahan arah angin dapat membawa asap menuju rumah warga. Beruntung, petugas memastikan kobaran api tidak merembet hingga kawasan permukiman.
Dampak asap sempat menyebabkan sejumlah orang mengalami gangguan pernapasan selama proses kebakaran berlangsung. Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas karena kebakaran sampah dapat menghasilkan asap pekat dari berbagai material yang terbakar. Aparat dan pemerintah daerah karena itu terus mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di sekitar lokasi ketika konsentrasi asap meningkat. Penggunaan masker juga menjadi langkah sementara untuk mengurangi paparan langsung terhadap partikel dari pembakaran. Setelah api berhasil dijinakkan, proses pendinginan tetap dilakukan untuk menekan produksi asap dari bara yang masih tersisa.
Lokasi kebakaran berada di lahan kosong di Jalan Tarumanegara RT 2/RW 11, Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur. Peristiwa pertama kali diketahui ketika seorang warga melihat kepulan asap dari arah lahan tersebut pada Kamis pagi. Warga kemudian mencari sumber asap karena khawatir terdapat aktivitas pembakaran sampah yang dapat mengganggu lingkungan sekitar. Setelah tiba di lokasi, asap diketahui berasal dari tumpukan sampah dan terus membesar sehingga petugas pemadam kebakaran segera dihubungi. Personel pemadam tiba sekitar pukul 10.40 WIB dan mulai melakukan operasi pemadaman tidak lama kemudian.
Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian. Sejumlah kemungkinan sempat muncul, mulai dari aktivitas pembakaran sampah hingga puntung rokok yang mengenai material kering, tetapi seluruh dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menegaskan penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui sumber api secara pasti. Kondisi cuaca yang panas serta banyaknya material kering di lokasi juga menjadi faktor yang diperhatikan dalam pemeriksaan. Polisi tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum memperoleh keterangan dan bukti yang cukup mengenai awal terjadinya kebakaran.
Setelah sekitar 32 jam penanganan, fokus petugas kini beralih pada proses pendinginan dan memastikan tidak terdapat bara tersembunyi yang dapat kembali memicu kebakaran. Ekskavator terus mengurai material sementara petugas menyemprotkan air ke bagian dalam timbunan yang masih mengeluarkan asap. Pengalaman api yang sempat padam kemudian kembali muncul membuat proses pemeriksaan dilakukan lebih menyeluruh sebelum operasi benar-benar dihentikan. Kebakaran tersebut juga menjadi pengingat mengenai risiko penumpukan sampah dan material mudah terbakar di lahan terbuka, terutama ketika cuaca panas dan kering. Pemerintah daerah bersama aparat diharapkan melakukan evaluasi terhadap kondisi lahan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan gangguan bagi masyarakat di kawasan Pisangan dan sekitarnya.