Depok, 8 September 2026 – Polsek Bojongsari bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok dan pemerintah kelurahan menyalurkan ribuan liter air bersih kepada warga Kecamatan Sawangan yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air akibat musim kemarau. Bantuan diprioritaskan bagi masyarakat di Kelurahan Bedahan setelah sejumlah sumur yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga mengalami penyusutan hingga mengering. Sebanyak 4.000 liter air bersih disiapkan untuk membantu sekitar 50 kepala keluarga yang terdampak kondisi tersebut. Warga mendatangi titik distribusi dengan membawa ember, jeriken, galon, dan berbagai wadah lainnya untuk menampung air yang dialirkan dari armada PMI. Penyaluran dilakukan sebagai langkah cepat setelah laporan mengenai kesulitan air bersih diterima dari masyarakat. Kolaborasi antara kepolisian, PMI, pemerintah kelurahan, serta pengurus lingkungan diharapkan dapat menjaga kebutuhan dasar warga selama kondisi kemarau masih berlangsung.
Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Thohari mengatakan kepolisian berkomitmen hadir membantu masyarakat ketika menghadapi persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Kondisi kemarau yang berlangsung membuat sebagian warga mulai mengalami penurunan ketersediaan air dari sumur mereka. Situasi tersebut kemudian dikoordinasikan dengan PMI Kota Depok serta pemerintah Kelurahan Bedahan agar bantuan dapat segera diberikan kepada keluarga yang membutuhkan. Penyaluran air bersih menjadi salah satu bentuk respons karena air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda pemenuhannya. Fauzan berharap pasokan yang diberikan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk sementara waktu. Kepolisian juga akan terus berkoordinasi dengan unsur terkait apabila terdapat laporan baru mengenai masyarakat yang mengalami kondisi serupa.
Kesulitan air bersih mulai dirasakan sejumlah warga Bedahan setelah hujan tidak turun dalam beberapa waktu terakhir. Salah seorang warga mengaku sumur yang digunakan keluarganya mulai mengalami penurunan debit sebelum akhirnya mengering dalam beberapa hari terakhir. Pada awalnya air masih dapat keluar meskipun jumlahnya sedikit, tetapi kemudian sumber tersebut tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kondisi serupa juga dialami beberapa keluarga di lingkungan sekitar sehingga persoalan tersebut kemudian dilaporkan kepada pengurus wilayah. Sebagian warga terpaksa mencari sumber air alternatif, termasuk meminta air dari fasilitas umum maupun membeli air isi ulang untuk kebutuhan tertentu. Keadaan tersebut membuat bantuan air bersih menjadi sangat dibutuhkan terutama untuk keperluan memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan kebutuhan sanitasi.
Distribusi bantuan dipusatkan di salah satu lapangan yang berada di lingkungan RT 02/RW 09 Kelurahan Bedahan. Sejak kegiatan dimulai, warga datang membawa wadah masing-masing dan mengantre untuk memperoleh bagian air sesuai kebutuhan. Petugas membantu mengatur proses pengisian agar distribusi berlangsung tertib dan seluruh keluarga yang terdata dapat memperoleh pasokan. Kapolsek Bojongsari bersama jajaran kepolisian turut berada di lokasi bersama Lurah Bedahan Sukron Makmun, perwakilan PMI Kota Depok, serta pengurus RT dan RW. Kehadiran berbagai unsur tersebut juga diperlukan untuk memastikan penerima bantuan benar-benar berasal dari lingkungan yang mengalami kekurangan air. Proses distribusi berjalan dengan tertib hingga seluruh pasokan yang disiapkan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Sebanyak 4.000 liter yang disalurkan merupakan bantuan awal untuk membantu sekitar 50 kepala keluarga yang sumber airnya terdampak kemarau. Jumlah tersebut memang belum menjadi penyelesaian permanen apabila kondisi kering berlangsung dalam waktu panjang, tetapi dapat membantu mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mendesak. Air yang diterima warga terutama diarahkan untuk kebutuhan rumah tangga yang tidak dapat ditunda. Pemerintah setempat bersama kepolisian dan PMI akan melihat perkembangan kondisi sumber air setelah distribusi dilakukan. Apabila sumur belum kembali menghasilkan air dalam jumlah memadai, kebutuhan penyaluran berikutnya dapat disesuaikan berdasarkan laporan dan kondisi lapangan. Pendataan menjadi penting agar bantuan tersedia bagi masyarakat yang benar-benar mengalami kesulitan sekaligus mencegah distribusi tidak merata.
Fauzan mengapresiasi kerja sama PMI Kota Depok, pemerintah kelurahan, pengurus lingkungan, dan masyarakat selama proses distribusi berlangsung. Menurutnya, penanganan dampak kekeringan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena kebutuhan air bersih menyangkut langsung kesehatan dan aktivitas masyarakat. Kepolisian dapat membantu menerima serta menindaklanjuti laporan warga, sedangkan PMI memiliki sarana yang dapat digunakan untuk mendistribusikan air. Pemerintah kelurahan dan pengurus lingkungan memiliki peran penting dalam mengidentifikasi keluarga yang paling membutuhkan bantuan. Pola kolaborasi tersebut membuat respons dapat dilakukan lebih cepat ketika ditemukan wilayah dengan sumber air yang mulai mengering. Pemerintah dan masyarakat juga diharapkan tetap saling memberikan informasi apabila kondisi kekeringan meluas ke lingkungan lainnya.
Musim kemarau memang dapat memberikan tekanan terhadap ketersediaan air tanah, terutama pada kawasan yang kebutuhan rumah tangganya masih banyak bergantung pada sumur. Ketika hujan tidak turun dalam waktu cukup lama, pengisian kembali air tanah berkurang sehingga permukaan air pada sumur dapat turun secara bertahap. Sumur yang relatif dangkal menjadi salah satu sumber air yang lebih cepat merasakan dampaknya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan masyarakat harus mencari sumber alternatif ketika debit air tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Selain distribusi bantuan, penggunaan air secara hemat menjadi penting untuk menjaga ketersediaan pasokan selama periode kering. Masyarakat juga perlu memprioritaskan air bersih untuk kebutuhan utama dan mengurangi penggunaan yang tidak mendesak ketika pasokan masih terbatas.
Persoalan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air untuk minum dan memasak, tetapi juga dapat memengaruhi kebersihan serta kesehatan lingkungan. Keterbatasan air berpotensi membuat kebutuhan mandi, mencuci, sanitasi, dan pembersihan rumah menjadi terganggu apabila berlangsung dalam waktu lama. Karena itu, distribusi air perlu dilakukan sebelum masyarakat benar-benar kehilangan akses terhadap sumber yang layak. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan kondisi tertentu juga membutuhkan perhatian ketika pasokan air menurun. Pemerintah setempat diharapkan terus memantau kondisi sumber air di wilayah yang sebelumnya pernah mengalami kekeringan saat musim kemarau. Informasi dari tingkat RT dan RW dapat menjadi dasar untuk menentukan lokasi yang membutuhkan bantuan lebih cepat.
Kondisi di Bedahan sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau di kawasan perkotaan seperti Depok. Meskipun berada di wilayah Jabodetabek dengan pembangunan yang cukup padat, sebagian masyarakat masih mengandalkan sumur sebagai sumber air utama. Ketika debit air tanah turun, keluarga yang tidak memiliki alternatif jaringan air perpipaan dapat lebih cepat mengalami kesulitan. Pemerintah daerah karena itu perlu memetakan wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kekeringan sekaligus menyiapkan skema distribusi apabila laporan kebutuhan meningkat. Ketersediaan armada pengangkut, titik pengisian, dan mekanisme pendataan penerima menjadi bagian penting dalam respons tersebut. Koordinasi dengan PMI, kepolisian, kelurahan, dan unsur masyarakat dapat membantu mempercepat penyaluran ketika kondisi darurat terjadi.
Penyaluran 4.000 liter air bersih di Sawangan diharapkan dapat meringankan kebutuhan puluhan keluarga sembari menunggu kondisi sumber air kembali membaik. Polsek Bojongsari memastikan pelayanan kepada masyarakat akan terus dilakukan dan laporan mengenai kekurangan air dapat dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk mendapatkan tindak lanjut. PMI Kota Depok dan pemerintah kelurahan juga menjadi bagian penting dalam memastikan pasokan dapat menjangkau lingkungan yang membutuhkan. Warga sementara diminta menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila sumber air di lingkungannya mengalami penurunan drastis. Pemantauan akan semakin penting apabila musim kemarau terus berlangsung dan jumlah sumur yang mengering bertambah. Dengan koordinasi yang cepat antara masyarakat dan pemerintah, kebutuhan dasar air bersih diharapkan tetap dapat dipenuhi meskipun sejumlah wilayah Sawangan masih menghadapi dampak kekeringan.